Tanya Jawab 67
Januari 5, 2008
Dari : Agung
Pertanyaan :
Pernah ada yg menjelaskan bahwa Dai Sang Lao Cin adalah TAO, yaitu Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa. Terus umat Kristen mengatakan Allah Bapa dari Tuhan Yesus adalah juga Maha Pencipta. Terus ada seorang teman yg sudah senior dari agama Budha memberikan kesaksian kalau dia mendapat penglihatan di datangi oleh Maha Dewa Dai Sang Lao Cin dan Tuhan Yesus berdampingan, malah bukan dari Budha Gautamanya. Dalam suatu kesaksian lagi ada seseorang agama Budha di Myanmar yang telah mati, bertemu dengan yg dia sebut Yama (Raja Neraka), dijelaskan bahwa Gautama sendiri tidak mencapai Nirwana, dan seseorang yg beragama Budha tadi kemudian mendapatkan ijin dari seseorang yg berjubah putih yang menampakan diri sebagai Yesus untuk kembali ke bumi. Selain dari cerita ini semua ada juga seorang katolik yg menaruh patung Yesus dirumahnya dan menyembahnya, namun mendapat suatu penglihatan dari Yesus yg kemudian menyuruhnya untuk tidak menyembah patung tersebut. Dari cerita ini semua, saya mendapat kesimpulan bahwa tiap agama mempunyai cara masing-masing. Didalam agama Tao umatnya menghargai dewa/i dengan cara pai kepada patung-patung dewa/i namun tidak demikian dengan agama Budha dan Kristen. Yg mau saya tanyakan, apakah yg umat Tao sebut Dai Sang Lao Cin adalah setingkat dengan yg umat kristen sebut Allah Bapa dari Tuhan Yesus?
Jawaban :
Tentu saja pandangan agama Tao tidak bisa disamakan dengan agama lainnya. Untuk memahami suatu ajaran Agama, kita tidak boleh mencampur aduk dengan ajaran agama yang lain, supaya ada pemahaman yang murni dan asli. Kesaksian seseorang tentu saja sangat tergantung kondisi dan latar belakang orang tersebut, kami tidak bisa memberikan komentar tentang kesaksian-2 itu.
Entry Filed under: Tanya Jawab. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
Agung | Januari 6, 2008 at 6:45 am
Yang dimaksudkan adalah, sesuatu yang Maha Agung dan Maha Kuasa, yg sudah ada sebelum dunia ini ada, yang merupakan awal dan merupakan yang akhir dari segala sesuatunya, karena keterbatasan manusia utk menyebutnya maka didalam agama Tao disebut TAO atau Maha Dewa Dai Sang Lao Cin, demikian pula umat agama Kristen menyebutnya Allah Bapa dari Yesus. Ada sebuah kesaksian dari seorang sesiung yg menjelaskan bahwa alam spiritual sulit dimengerti oleh keterbatasan pola pemikiran manusia, namun sesungguhnya terdapat jenjangan atau tingkatan, dimana hati dan pikiran manusia merupakan akar bermulanya seseorang akan memasuki tingkatan yg ada tersebut. Memang tentunya ajaran agama Tao tidak dapat disamakan dengan ajaran agama lainnya karena pengajaran adalah suatu kepercayaan dalam menjalani kehidupan untuk memperbaiki diri, namun kenyataan yang ada dibalik itu adalah universal didalam setiap agama yg ada. Suatu nama atau panggilan, merepresentasikan Kebesaran Tuhan/ Dewa/i agamanya masing-masing. Dan masing-2 agama mempunyai cara yg berbeda. Akan tetapi pertanyaan saya adalah, apakah Maha Dewa Dai Sang Lao Cin dan Allah Bapa dari Yesus, yg berasal dari 2 agama yg berbeda, adalah setingkat/ sederajad, menyadari kenyataan universal yg ada dibaliknya? Trims banyak sbelumnya dan dgn senang hati apabila bisa terjawab dengan pemasukan Ya atau Tidak. Thx Bro.
2.
TAO-TSM | Januari 7, 2008 at 9:50 pm
Salam Tao,
Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, bahwa antara agama yang satu dengan agama yang lainnya tidak bisa dipersamakan, karena akan menimbulkan kerancuan bagi pemeluknya.
Kalau anda inginkan jawaban ya atau tidak untuk pertanyaan terakhir anda, maka jawabannya adalah TIDAK.
Terima kasih.
Salam
MOD.
3.
Ferrymen | Februari 27, 2008 at 10:37 am
Sering kali terjadi perbandingan antara agama dalam masyarakat kita. Perlu disadari bahwa keputusan untuk memeluk sebuah agama bukan hanya berdasarkan kebenaran. Melainkan juga dibutuhkan kecocokan ajaran dengan pribadi orang tersebut. Selain itu, kebenaran adalah hal yang sangat relatif.
Salam.
Ferrymen