Tanya Jawab 73
Februari 4, 2008
Dari : Agung
Pertanyaan :
Bermula dari hati yang berprikemanusiaan, seseorang dapat terdorong untuk
berbuat amal/kebaikan bagi mereka yang berada disekelilingnya, meskipun dari suatu hal perbuatan yang kecil, seperti memberikan minum bagi para tamu yang merasa haus yang bersinggah di rumah kita, menunjukan alamat tujuan bagi yang tersesat dijalan raya, sampai kepada menolong pasien-pasien yang sakit didalam bidang kedokteran, dan meluruskan pandangan bagi para taoyu yang menyimpang dari hukum dan ketetapan dari yang Maha Kuasa/TAO/Tuhan. Segala macam bentuk kungtek, dari yang terkecil sampai terbesar, dewa/i yang menilainya dan segalanya dipertimbangkan juga dengan kelakuan-kelakuan penyimpangan yang kita lakukan didalam kehidupan sehari-hari kita. Pertanyaan saya adalah, banyak taoyu yang sadar ingin berbuat kungtek dengan menyumbangkan opini, meluruskan pandangan yang berguna bagi sesamanya, berbagi komentar melalui internet, namun dalam saat yang bersamaan pula ada yang iseng-iseng juga membuka internet porno setelah berdiskusi Tao, mengamatinya dan mengumbar hawa nafsunya, lantas apakah dalam hal ini sebuah nilai positif yang seseorang telah dapatkan dari dewa/i akan menjadi percuma saja?? Bagaimana halnya dengan merokok? (Ada seorang sesiung yang menjelaskan bahwa, didalam suatu penglihatan, ada dewa yang menunjukan “moments”/kejadian selama hidupnya dari awal sampai kepada keadaanya pada saat itu, pokoknya seperti layar film katanya, segala perbuatan
kungtek dan perbuatan salahnya dipertimbangkan sampai sedemikian terperinci, sehingga dari situ katanya beliau menyadari, bahwa membuang kunyahan permen karet atau puntungan rokok dari gedung bertingkat pun dapat mengakibatkan musibah besar bagi dirinya dan orang lain dibawah gedung itu. Dan katanya kita harus bertindak hati-hati dan selalu melihat segala sesuatunya secara cermat.)
Jawaban :
Adanya keinginan untuk berbuat ‘kebaikan’ dalam hidup seorang yang Siutao, menunjukkan bahwa orang tersebut berkeinginan untuk menuju perbaikan diri, namun demikian masih adanya perbuatan yang dianggap ‘kurang baik’ juga masih merupakan suatu ‘kewajaran’, karena memang masih dalam proses ‘merevisi diri’, yang penting selama didalam hati masih tetap bersemi keinginan untuk merevisi diri, maka perbaikan keadaan pasti tetap berjalan. Semua orang mengerti bahwa merokok merugikan diri sendiri, juga merugikan orang2 di lingkungannya, jadi sebaiknya dihilangkan. Mengomentari pengalaman rekan anda tersebut, memang tidak salah kalau setiap orang harus berhati-hati dalam bertindak, jangan sampai merugikan orang lain, apalagi kalau sampai mencelakai orang lain. Asalkan semua dijalankan dengan penuh kesadaran, semuanya akan berjalan secara alami.
Entry Filed under: Tanya Jawab. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
landy | Februari 8, 2008 at 8:25 am
bener banget, makasih atas pencerahannya
2.
bimaconcept | Februari 8, 2008 at 8:53 am
Setuju,…..
Dalam setiap tindakan kita harus berhati-hati, dan berpikir dua kali (terutama mempertimbangkan baik buruknya).
Salam.
3.
yudhi kristanto | Februari 15, 2008 at 3:25 am
Terima kasih atas jawaban Sesiung, membuat aku lebih percaya diri, walaupun kita banyak kekurangannya dalam Siu TAO, tapi asal tetap berusaha untuk merevisi diri, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan
Salam TAO